RSS

Obat Kram Otakku

02 Feb

Sungguh nikmat rasanya seandainya gairah membaca dan menulisku mulai muncul, ya meski hanya tulisan-tulisan sederhana, namun seolah-olah semua beban pikiran tercurahkan meski hanya ketika jari-jari ini menari diatas keyboard. Setelah itu, ya entahlah apa lagi yang mulai terjadi,,hehehe…

Sudah lama sekali rasanya tidak membaca buku-buku dari toko Gramedia ataupun Toga Mas. Padahal dulu waktu kuliah hobiku main ke Toko Buku Toga Mas yang ada di Peleburan, lumayanlah harganya lebih miring dibandingkan dengan Gramedia, dan cukup dekat dengan kos-kosanku. Buku terakhir yang kubaca Negara Kelima, mungkin akhir desember 2009 kemaren baru kelar, buku ini sengaja kubawa dari Indonesia karena menurut temenku novel yang cukup menarik. Dan itu cukup terbukti memang novel yang cukup mantap, penataan konflik yang sedemikian rupa sehingga sulit untuk membaca alur yang ada, meski beberapa lembar sebelum finish sudah sedikit dapat ditebak arahnya.

Menariknya dari Negara Kelima juga dari sisi ilmu sejarah yang dikemas didalamnya. Sejarah tentang Sumatera Barat dan proses relokasi pemerintah darurat Indonesia pada awal-awal kemerdekaan. Jadi sedikit tahu tentang Padang dan jadi pengen ke sana, karena kata ayahku, kakekku juga berasal dari Padang, tapi sudah tidak tahu lagi relasi yang ada di sana, hal ini dapat dimaklumi karena memang orang Padang adalah pengembara yang pantang menyerah.

Sebenarnya ada 2 buku lagi yang aku bawa BLINK ‘Kekuatan Berpikir tanpa Berpikir’ http://en.wikipedia.org/wiki/Blink_%28book%29 dan The Female Brain. Dari dua buku ini hanya BLINK yang sempet kubaca beberapa halaman depannya. Dari sampulnya, buku cukup menarik untuk dapat mencuri perhatiannya para penggila buku. Tentunya dengan slogannya ‘The Power of Thinking Without Thingking’. Tapi memang slogan don’t jugde the book by its cover memang bener adanya..hahaha. Begitu lembar demi lembar telah kubaca tentunya ada garis besar sudah dapat aku temukan darinya yaitu ” 5 detik pertama yang menentukan”.

Namun begitu kubaca halaman selanjutnya dan selanjutnya, pembahasannya lebih ke arah analisa psikologi yang mana sepertinya dengan tanpa dasar ilmu psikolgi yang memadai cukup sulit untuk dapat menelaah isi dari buku tersebut dengan baik. Pengalaman ini tak jauh beda dengan jaman ketika aku SMU dulu membaca Emotional Intellegence-nya Daniel Goleman yang penuh dengan bahasa-bahasa psikologi. Begitu juga dengan Tafsir mimpinya Sigmund Freud.

Hahaha,,,kadang lucu juga ketika menyadari buku-buku yang kubaca beberapa diantaranya berkaitan dengan psikologi. Tapi memang sepertinya diriku ada bakat kali ya untuk jadi seorang psikolog, tapi ternyata garis tangannya melenceng nih ke hukum. Itulah jalan hidup ya, mungkin kita hanya bisa berikhtiar dan tawakal, namun keputusan selalu ada ditanganNya. Akan tetapi bagaimanapun juga ilmu psikologi tak pernah lepas dari kita dalam hal berhubungan dengan manusia lainnya yang mana dengan bekal itu kita dapat membina hubungan yang baik dengan makhluk ciptaan Allah lainnya.

Salam dari Berlin,
Kamal

23.09 02.02.2010

 
Leave a comment

Posted by on 2 February 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: