RSS

Monthly Archives: April 2010

Herr Frans

Namanya Pak Frans Moningka, mungkin sekarang dia berumur sekitar 58 tahunan, ya gak begitu jauh dengan umur Ayahku, bahkan putri-putrinya sudah seumuran diriku semua. Dia adalah temen seperjalan ke kantor selama satu tahun terakhir dan akan terus menjadi teman seperjalan hingga tugasku di sini selesai. Dia duduk dibelakang kemudi, sedangkan aku duduk di sampingnya.

Begitulah Pak Frans, tugasnya sebagai driver Dubes sudah dijalani mungkin dua puluhan tahun, hampir 5 Dubes sudah dia bawa, jadi kemapuannya tidak diragukan lagi, baik dari segi cara mengendarai mobil atapun keamanan menjaga Dubesnya itu sendiri.

Dengan berbagai macam karakteristik seorang Dubes, maka bisa dibilang dia seorang yang mampu menangani berbagai bentuk persoalan yang biasanya selalu diperbincangkan di dalam mobil oleh seorang Dubes sebagai teman untuk ngobrol dalam perjalanan.

Banyak hal yang dapat kuambil selama ini dari dia. Sebagai seorang yang baru bisa nyetir tentunya aku selalu memperhatikan dia sewaktu mengendarai S500 maupun S350nya. Gaya dia menyetir terkadang terlihat sangat asik, dan aku cukup menikmatinya, meski terkadang dia terlihat agak cukup serius.

Dan yang paling aku kagumi adalah cara dia memperlakukan sebuah mobil. Kebersihan mobil baik luar maupun dalam adalah hal yang sangat penting bagi kenyamanan penumpangnya. Tidak banyak orang yang bisa telaten seperti dia yang mana tiap hari mobil yang kunaiki selalu terlihat kinclong. Bahkan ketika kucoba sendiri untuk membersihkan s500, eee.. malah belepotan di sana sini..hehehe..

Semoga saja akan banyak ilmu-ilmu lagi yang kudapatkan darinya. Dialah temen cerita setiap harinya, temen berbagi dalam suka dan duka. Apalagi kalau lagi nunggu Dubesnya ada acara, wah..sudah deh sambil liat tv di mobil cerita ngalor ngidul. Meski terpaut umur yang sangat jauh namun semoga itu semua tidak mengurangi profesionalisme kami dalam berpartner.. 🙂

08.17 29.04.2010
-menunggu kebebasan-

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 29 April 2010 in Uncategorized

 

Dear Ayahku Tersayang….

Ayah,,,,

Apa kabarmu di sana?

Semoga sehat selalu, tak kurang suatu apapun

Kuberdoa selalu untuk kebaikan keluarga kita

Ayah,,,,

Waktu telah berlalu

sudah 33 tahun lebih engkau menjadi kepala rumah tangga kami

tapi hingga umur 55an aku belum melihat ada uban deh…

Apa rahasianya yah? gak make minyak rambut ya? hahaha… *i see..

Ayah,,,,

tak terasa waktu begitu cepat berlalu

dahulu kau ajarkan kami bermain catur

dahulu kau ajarkan kami memancing

dahulu kau ajarkan kami bermain pingpong *sampai-sampai beli mejanya

dahulu kau ajarkan kami badminton *sampai-sampai kau buatkan lapangan meski beralas tanah

Ayah,,,,

waktu terus berjalan tak kenal lelah

meski semakin hari kita terasa lelah

semoga semakin hari kita menjadi lebih baik dari sebelumnya

belaja belajar dan belajar dari kehidupan ini untuk menjadi lebih baik

Ayah,,,,

Masih ingat rasanya sore itu aku tidak berangkat sekolah sore *sekolah arab ya 🙂

dengan santainya aku bermain-main tanpa rasa bersalah

sore itu pula aku dipanggil dan ditanya mengapa tidak berangkat

meski tanpa kekerasan, tapi aku sungguh takut sekali

kau tak pernah marah kepada kami

komunikasi selalu menjadi alat yang engkau pergunakan

Ayah,,,,

Bagaimana rasanya mendidik anak-anakmu selama ini Yah?

apakah kau cukup puas dengan kami saat ini?

ataukah ada yang masih kurang dari kami?

berikanlah wejanganmu Yah,,,

Ayah,,,,

Aku juga masih ingat benar siang itu ketika abang bersiap wawancara kerja di jakarta

ketika ibu mengabarkan engkau berada di RS karena kecelakaan

dan kau hanya bilang cuman lecet-lecet sedikit

hampir saja aku tidak berangkat ke RS sore itu karena jauh

tapi rasanya ada yang lain dengan hari ini

maka aku bersama kakak dengan segala rasa yang berkecamuk di dalam bus

ingin segera sampai di RS dan melihat kondisimu

Ayah,,,,

Aku tak dapat bicara banyak sore itu

sungguh shock rasanya melihat apa yang sebenarnya terjadi

dengan kondisi seperti itu tapi kau masih menganggap itu hanya lecet biasa???

bahkan ibu akhirnya datang ke RS tanpa persiapan apa-apa *gak bawa duit ya bu 🙂

dan Abang harus tetap pergi meski dengan berat hati Yah…

Ayah,,,,

masih teringat jelas malam itu

aku duduk di sampingmu di kursi panjang ambulance itu

mendengar semua erangan kesakitan dari bibirmu

perjalanan dengan ambulance yang cukup jauh

lebih dari 5 jam kau menahan rasa sakit itu

Ayah,,,,

Kadang aku bingung denganmu

bagaimana engkau bisa tetap tersenyum dan bercanda

meski dengan kondisi kepayahan

meski dengan keadaan yang kekurangan

i proud of you yah…

Ayah,,,,

mungkin kami adalah anak-anak yang beruntung

memiliki sosok sepertimu

yang selalu mengajarkan semangat hidup

life is beautiful…

Ayah,,,,

bagimu hujan bukanlah suatu halangan

dan sekarang bagiku hujan adalah teman

tak ada yang perlu ditakuti dengan hujan

hujan tidaklah menjadi penghambat aktifitas kita kan Yah?

bahkan mungkin tiap hari kau pulang dengan jas hujan masih melekat di badan

Ayah,,,,

mungkin tak akan cukup waktuku untuk menuliskan semuanya

tentang perjalanan hidup kita

tentang kenangan-kenangan yang selalu membekas

tentang indahnya hidup ini dalam keluarga kita

Ayah,,,,

sang waktu tak pernah menengok kita

Saat ini, 60 tahun sudah kau jalani kehidupan ini

perjalanan hidup yang sungguh tak mudah bagimu

Tapi sungguh kau menikmati setiap detiknya hingga saat ini *Alhamdulillah ya…

Ayah,,,,

waktu kita terlampau sedikit

jatah kita terus saja berkurang setiap detiknya

kami akan senantiasa berdoa untukmu dan untuk ibu

Semoga kami dapat menjadi anak yang sholeh

agar menjadi amalan yang tak putus bagimu dan ibu

Salam sayang dari Berlin

Anakmu paling Nakal.. hehehe

00.01 27.04.2010

 
5 Comments

Posted by on 26 April 2010 in Uncategorized

 

The Guardian

Disadari atau tidak, bunyi sms dari hpku terkadang membuat sedikit deg-degan. Nomer HP Jermanku hanya aktif untuk satu orang saja, selebihnya tidak begitu aku pikirkan. Mungkin sangat berbeda dgn kondisi sewaktu di Jakarta, dimana sms dijadikan alat komunikasi untuk bertegur sapa dan membuat janji dengan teman, tapi sepertinya sekarang suara sms bagiku terasa sebagai sebuah order atau bahkan sebagai suatu kekurang puasan akan sesuatu. Bahkan hp simpatiku saat ini seperti hp pajangan aja yang tentu sudah tidak ada yang berkirim sms kecuali dari keluarga dan kawan dekat, selebihnya dilakukan lewat facebook dan chattingan.

Malam ini, meskipun si Bos lagi jauh di luar kota sana, tiba-tiba terdengar suara sms dr hp, dan pasti yang pertama aku lihat adalah pengirimnya, dan selalu berfikiran bahwa itu dari Beliau. Terkadang ada sedikit kekhawatiran seandainya Beliau sms dari luar kota, ada kekhawatiran akan adanya sesuatu yang kurang atau bahkan tidak terbawa. Namun sms kali ini sepertinya suatu order bagiku untuk membuatkan permission letter untuk putranya agar dapat ikut serta dalam program tour to the museum yang diadakan sekolahnya.

Kadang aku merasa geli sendiri dengan keadaanku saat ini. Dengan umur yang masih belum banyak makan asam garam, dengan status yang masih bujang, namun harus berhubungan dengan berbagai hal yang sudah sangat berhubungan dengan tanggung jawab keluarga. Namun demikian, patut kiranya aku bersyukur karena dengan ini semua pengalamanku dan ilmuku agak sedikit terbuka untuk melek terhadap hal-hal yang menjadi tanggung jawab kepala keluarga.

Meski dengan kemampuan bahasa inggris yang tidak begitu bagus, dengan semangat 45, akhirnya aku bisa menelurkan sebuah Parent Permission Letter meski pada awalnya tidak begitu sempurna, namun dengan kecanggihan teknologi akhirnya ku cari beberapa contoh surat ijin orang tua untuk anak dalam bahasa inggris di mbak google. Dan sekarang sudah bisa tidur dengan tenang deh… thank you Bos..

d’great becomes a guardian 🙂
00.32 26.04.2010

 
Leave a comment

Posted by on 25 April 2010 in Uncategorized

 

Menuai hasil

Ada peribahasa arab atau lebih dikenal dengan sebutan ‘makhfudhot’ yang bunyinya sebagai berikut:
” man yazra’ yahsud”
mungkin ungkapan tersebut terasa sangat simple sekali ya, kalau diukur dengan penggaris mungkin hanya sekitar 3 cm lah. namun dari kata-kata yang simple ini kalu kita bisa mencermati dan memaknainya secara mendalam akan ditemukan banyak sekali hal-hal yang sangat penting untuk diterapkan dalam berbagai segi kehidupan kita.

Tentunya kita pernah melihat seorang petani di sawah melakukan pekerjaannya menanam padi. Para petani melakukan proses penanaman yang tidak dalam sekejap lalu langsung berubah menjadi butiran-butiran padi yang siap digiling menjadi beras. Kita juga pernah melihat bagaimana seorang yang menanam buah-buahan pun tidak akan memetik buah-buahan tersebut dalam sekejap.

Sebagaimana halnya dengan permisalan di atas, kehidupan pun tak jauh beda memerlukan proses yang cukup panjang. banyak hal yang harus kita lalui dalam menjalani proses kehidupan di dunia yang fana ini. Semua yang terjadi di dalam kehidupan kita tentunya tak akan jauh dari apa-apa yang telah kita tanamkan sebelumnya.

Kita akan memetik apa yang telah kita tanam. Seperti halnya petani yang menanam padi akan memetik hasilnya berupa beras dan begitu jua dengan penanam buah-buahan akan memetik buahnya dikemudian hari.

“Man yazra’ yahsud” memberikan arti bagi kita bahwa “Barang siapa menanam pasti dia akan memetiknya”. Kalau kita mencoba instropeksi diri, apa yang telah kita tanamkan selama ini sesuai dengan waktu yang telah diberikan Tuhan kepada kita? kebaikankah atau malah keburukan? Seseorang yang menanamkan kebaikan dalam perilakunya sehari-hari sudah barang tentu dia akan memetik hasilnya berupa kebaikan pula. dan begitu juga sebaliknya, barang siapa menorehkan keburukan, tentunya keburukanpulalah yang bakal dia petik.

Regard from Berlin
00.53 11122009

 
Leave a comment

Posted by on 23 April 2010 in Uncategorized

 

Manisnya Melebihi Madu

Kangen rasanya mbaca-baca kata-kata mutiara waktu dulu sekolah tsanawiyah,banyak hal yang bisa diambil ternyata dari kata-kata mutiara tersebut. Salah satu yang kuingat “Assobru kassibri murrun fi madzaqotihi lakin awaqibahu akhla minal atsali” ( Kesabaran itu seperti buah sibr, pahit rasanya, namun akibatnya lebih manis dari pada madu).

Dalam membina hubungan horisontal, tentunya banyak hal yang akan terjadi, sehingga terkadang kesabaran kita akan diuji, baik ujian yang kecil maupun besar. Bahkan menurut saya kunci membina hubungan dengan orang lain adalah kesabaran. Ketika ilmu menata kesabaran telah kita kuasai, maka tentunya untuk bergaul dan berhubungan dengan siapapun juga kita akan enjoy.

Sungguh dibalik kesabaran pasti ada hikmah yang tersembunyi. Semisal ada teman saya yang hendak pergi dari Berlin menuju New York. Dengan keyakinan bahwa pelayanan penerbangan di Eropa pasti sangat memuaskan, tentunya dia tidak akan khawatir akan tempat duduk yang sudah dipesannya. Namun begitu melakukan boarding, ternyata nomer tempat duduk yang tertera di tiketnya tidak ada dalam susunan kursi yang ada. Denuh penuh kesabaran akhirnya dia bertanya kepada pramugari bahwa nomer tempat duduk di tiketnya tidak ada di pesawat ini. Tanpa berpikir panjang lagi, akhirnya pramugari tersebut mempersilahkan teman saya tersebut, apabila tidak keberatan, untuk pindah ke kelas bisnis yang masih banyak kursi kosong.

Bayangkan, dari kelas ekonomi dengan tanpa tambahan biaya apapun dipindah ke kelas Bisnis yang harga tiketnya bisa dua kali lipat. Siapa yang tidak mau ditawari untuk duduk di kelas bisnis dengan kenyamanan dan pelayanan yang prima. Perjalanan Berlin-New York yang memakan waktu 8 jam, serasa nikmat sekali, bisa dengan mudah meluruskan kaki dan merebahkan kursi dan tambahan berbagai makanan kecil yang dapat diminta setiap saat.

Akhla minal atsali, mungkin itulah yang dia rasakan saat duduk di kelas bisnis. Andaikata dengan tidak adanya kursi kosong untuk dia dan kemudiandia memprotes keras kepada pramugari, boleh jadi dia akan diberikan tiket untuk penerbangan setelahnya dengan kelas ekonomi juga. Ternyata keberuntungan sedang berpihak pada temen saya tersebut.

Ada juga kata mutiara lain “Man sobaro dhofiro” (barangsiapa bersabar, maka beruntunglah dia), kata mutiara yang satu ini sering banget dulu diplesetkan sama rekan-rekan sejawat di kelas dengan “Man Sobaro Modaro” (barangsiapa bersabar, Modarlah dia (mati)). Ya mungkin itu hanya plesetan untuk memudahkan bagi kita dalam menghafalkan pelajaran Mahfudhot tersebut yang cukup banyak. Semoga dapat menjadi pelajaran yang berarti bagi saya dan rekan-rekan sekalian.

Salam dari berlin,
kamal

16.56 05.02.2010

 
Leave a comment

Posted by on 23 April 2010 in Uncategorized

 

Nambah Koleksi

Alamdulillahirabilaalamin…. hari ini akhirnya bisa menambah satu koleksi jas lagi. Setelah hampir setahun lebih cuman punya 3 jas dipakai bergantian, jebol-jebol deh,,,hehehe… Habisnya dari dulu mau nambah-nambah selalu kebentur isu kepulangan yang dipercepat, jadinya selalu berpikir ulang untuk mengeluarkan uang yang bisa untuk ditabung.

Lha kan bisa dibayangin kalau nambah jas lagi trus ternyata pulang cepet, mau dibuat apa jasnya di Indonesia coba? kayaknya kalau kerja di Indonesia gak perlu make jas jg udah bisa deh ya, kecuali kalau udah jadi pejabat atau bisnisman atau lawyer..

Ya, mumpung kerja di perwakilan, mumpung bisa make jas tiap hari, mumpung make jas gak kepanasan kaya di Jakarta dan tentunya mumpung dikasih lebih rejaki ya dinikmati aja dulu. Semua kan ada waktunya masing-masing.

Tapi nie kalo dah masuk summer pun bakalan digantung lagi kayaknya jasnya, trus berganti seragam batik yang cukup simple untuk dipakai tanpa harus ribet-ribet dipagi hari untuk memasang dasi dan membawa mantel serta tetek bengek yang sungguh ribet seperti waktu winter. Nikmatnya musim summer sudah mulai terasa, hangatnya udara harus dinikmati dengan sebaik-baiknya. Tapi semoga Pak Dubes gak lupa waktu, jangan sampai pulang kantornya larut karena dikiranya masih terang terus mpe jam 8 malem…. hehehe…

Kamal dalam kantuknya,
23.50 19.04.2010

 
Leave a comment

Posted by on 19 April 2010 in Uncategorized

 

Menggabungkan Mimpi, Usaha dan Doa

Bermimpi dan bermimpilah, tidak ada yang akan melarangmu untuk bermimpi. Bagiku pribadi mimpi ataupun harapan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan ini. Dengannya aku merasa lebih bersemangat dalam berusaha dan berdoa. Namun ada aturan dasar menurutku yang harus dipegang dalam bermimpi, yaitu janganlah takut jika mimpi itu tidak terkabulkan, karena mungkin memang hal itu belum menjadi yang terbaik untuk kita.

Meski ada saja mimpi yang dikabulkan namun ada juga tentunya yang tidak dikabulkan, bahkan ada yang tidak diimpikan malah terwujud dengan sendirinya. Apapun yang terjadi semua itu harus disyukuri dengan keikhlasan. Kegagalan yang pernah kualami malah menjadi pembelajaran yang berarti bagiku untuk dapat lebih maju dan terus berusaha menjadi yang terbaik.

Dengan berlatar belakang dari keluarga yang sederhana dan biasa-biasa saja, menjadi suatu kenikmatan tersendiri bagiku untuk bermimpi tentang banyak hal. Hal yang paling sederhana dan masuk akal yang selalu kuimpikan adalah menjadi lebih baik dari keadaan keluarga yang sekarang. Memiliki pekerjaan yang layak, mempunyai istri yang baik dan sholekhah, memiliki keturunan yang berbakti kepada orang tua, serta memiliki rumah sendiri meski hanya sebagai tempat untuk berteduh.

Ketika waktu wisuda sarjanaku menghampiri, suasana batin sangat berkecamuk, sepertinya ada suatu beban berat yang harus kuhadapi. Namun dengan semangat mimpi yang sudah kubentuk, maka kujanlankan rencana-rencana yang telah kususun sedemikian rupa dan berharap apa yang kurencanakan diridhoi olehNya. Dan Alhamdulillah hanya beberapa saat waktu yang kuhabiskan untuk beristirahat setelah lepas dari bangku kuliah.

Betapa gembiranya ayah ibuku ketika aku menelpon dari kos yang cukup reyot di Jakarta untuk mengabarkan bahwa aku telah diterima kerja di suatu Law Firm paling tersohor di Indonesia. Ya, meski secara batin aku dan keluargaku tidak begitu menaruh simpati terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan hukum, namun kuyakinkan dalam diri bahwa ini hanyalah sebuah batu loncatan untuk mencari pengalaman.

Seiring waktu terus bergulir, banyak hal yang telah terjadi dalam hari-hariku selama bekerja di Jakarta selama kurang lebih 2 tahun. Waktu yang belum cukup lama untuk menjadikan itu sebagain sebuah pengalaman yang akan dijadikan pegangan untuk berperang. Ntahlah, ada karunia apa dari Allah untukku dan mungkin keluargaku karena begitu mudahnya aku dan abangku yang merantau ke Jakarta mendapatkan tempat untuk menopang hidup. Apakah karena doa ayah ibuku yang selalu menyertai kami? Bahkan kejadian yang terakhir ini hingga aku bisa berangkat ke Berlin seperti sebuah mimpi yang datang di siang bolong. Sungguh diluar kendali akal manusia. Ketika tiba-tiba sedang mengganti ban motor yang sobek di Weleri bersama abangku, karena hendak melayat salah satu adek kandung ayah di Kudus, ada telepon masuk dari seseorang yang hampir tidak pernah menelepon, dan tanpa banyak bicara menawarkan pekerjaan di Berlin.

Begitulah mimpi, usaha dan kekuatan doa jika digabungkan akan menjadi sesuatu yang dahsyat. Meski mimpiku cukup sederhana, namun aku tidak pernah menyesalinya kenapa hanya bermimpi sebatas itu, karena aku tahu kemampuanku dan Allah lebih tahu yang terbaik untukku. Semoga Allah membalas kebaikan kepada orang-orang yang telah memberikan bantuan kepadaku hingga aku dapat menulis sebuah blog di depan laptop mungilku ini. Amin.

Berlin,
after driving and hunting sunset ‘tired’
22.22 18.04.2010

 
Leave a comment

Posted by on 18 April 2010 in Uncategorized