RSS

Manisnya Melebihi Madu

23 Apr

Kangen rasanya mbaca-baca kata-kata mutiara waktu dulu sekolah tsanawiyah,banyak hal yang bisa diambil ternyata dari kata-kata mutiara tersebut. Salah satu yang kuingat “Assobru kassibri murrun fi madzaqotihi lakin awaqibahu akhla minal atsali” ( Kesabaran itu seperti buah sibr, pahit rasanya, namun akibatnya lebih manis dari pada madu).

Dalam membina hubungan horisontal, tentunya banyak hal yang akan terjadi, sehingga terkadang kesabaran kita akan diuji, baik ujian yang kecil maupun besar. Bahkan menurut saya kunci membina hubungan dengan orang lain adalah kesabaran. Ketika ilmu menata kesabaran telah kita kuasai, maka tentunya untuk bergaul dan berhubungan dengan siapapun juga kita akan enjoy.

Sungguh dibalik kesabaran pasti ada hikmah yang tersembunyi. Semisal ada teman saya yang hendak pergi dari Berlin menuju New York. Dengan keyakinan bahwa pelayanan penerbangan di Eropa pasti sangat memuaskan, tentunya dia tidak akan khawatir akan tempat duduk yang sudah dipesannya. Namun begitu melakukan boarding, ternyata nomer tempat duduk yang tertera di tiketnya tidak ada dalam susunan kursi yang ada. Denuh penuh kesabaran akhirnya dia bertanya kepada pramugari bahwa nomer tempat duduk di tiketnya tidak ada di pesawat ini. Tanpa berpikir panjang lagi, akhirnya pramugari tersebut mempersilahkan teman saya tersebut, apabila tidak keberatan, untuk pindah ke kelas bisnis yang masih banyak kursi kosong.

Bayangkan, dari kelas ekonomi dengan tanpa tambahan biaya apapun dipindah ke kelas Bisnis yang harga tiketnya bisa dua kali lipat. Siapa yang tidak mau ditawari untuk duduk di kelas bisnis dengan kenyamanan dan pelayanan yang prima. Perjalanan Berlin-New York yang memakan waktu 8 jam, serasa nikmat sekali, bisa dengan mudah meluruskan kaki dan merebahkan kursi dan tambahan berbagai makanan kecil yang dapat diminta setiap saat.

Akhla minal atsali, mungkin itulah yang dia rasakan saat duduk di kelas bisnis. Andaikata dengan tidak adanya kursi kosong untuk dia dan kemudiandia memprotes keras kepada pramugari, boleh jadi dia akan diberikan tiket untuk penerbangan setelahnya dengan kelas ekonomi juga. Ternyata keberuntungan sedang berpihak pada temen saya tersebut.

Ada juga kata mutiara lain “Man sobaro dhofiro” (barangsiapa bersabar, maka beruntunglah dia), kata mutiara yang satu ini sering banget dulu diplesetkan sama rekan-rekan sejawat di kelas dengan “Man Sobaro Modaro” (barangsiapa bersabar, Modarlah dia (mati)). Ya mungkin itu hanya plesetan untuk memudahkan bagi kita dalam menghafalkan pelajaran Mahfudhot tersebut yang cukup banyak. Semoga dapat menjadi pelajaran yang berarti bagi saya dan rekan-rekan sekalian.

Salam dari berlin,
kamal

16.56 05.02.2010

 
Leave a comment

Posted by on 23 April 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: