RSS

Dear Ayahku Tersayang….

26 Apr

Ayah,,,,

Apa kabarmu di sana?

Semoga sehat selalu, tak kurang suatu apapun

Kuberdoa selalu untuk kebaikan keluarga kita

Ayah,,,,

Waktu telah berlalu

sudah 33 tahun lebih engkau menjadi kepala rumah tangga kami

tapi hingga umur 55an aku belum melihat ada uban deh…

Apa rahasianya yah? gak make minyak rambut ya? hahaha… *i see..

Ayah,,,,

tak terasa waktu begitu cepat berlalu

dahulu kau ajarkan kami bermain catur

dahulu kau ajarkan kami memancing

dahulu kau ajarkan kami bermain pingpong *sampai-sampai beli mejanya

dahulu kau ajarkan kami badminton *sampai-sampai kau buatkan lapangan meski beralas tanah

Ayah,,,,

waktu terus berjalan tak kenal lelah

meski semakin hari kita terasa lelah

semoga semakin hari kita menjadi lebih baik dari sebelumnya

belaja belajar dan belajar dari kehidupan ini untuk menjadi lebih baik

Ayah,,,,

Masih ingat rasanya sore itu aku tidak berangkat sekolah sore *sekolah arab ya🙂

dengan santainya aku bermain-main tanpa rasa bersalah

sore itu pula aku dipanggil dan ditanya mengapa tidak berangkat

meski tanpa kekerasan, tapi aku sungguh takut sekali

kau tak pernah marah kepada kami

komunikasi selalu menjadi alat yang engkau pergunakan

Ayah,,,,

Bagaimana rasanya mendidik anak-anakmu selama ini Yah?

apakah kau cukup puas dengan kami saat ini?

ataukah ada yang masih kurang dari kami?

berikanlah wejanganmu Yah,,,

Ayah,,,,

Aku juga masih ingat benar siang itu ketika abang bersiap wawancara kerja di jakarta

ketika ibu mengabarkan engkau berada di RS karena kecelakaan

dan kau hanya bilang cuman lecet-lecet sedikit

hampir saja aku tidak berangkat ke RS sore itu karena jauh

tapi rasanya ada yang lain dengan hari ini

maka aku bersama kakak dengan segala rasa yang berkecamuk di dalam bus

ingin segera sampai di RS dan melihat kondisimu

Ayah,,,,

Aku tak dapat bicara banyak sore itu

sungguh shock rasanya melihat apa yang sebenarnya terjadi

dengan kondisi seperti itu tapi kau masih menganggap itu hanya lecet biasa???

bahkan ibu akhirnya datang ke RS tanpa persiapan apa-apa *gak bawa duit ya bu 🙂

dan Abang harus tetap pergi meski dengan berat hati Yah…

Ayah,,,,

masih teringat jelas malam itu

aku duduk di sampingmu di kursi panjang ambulance itu

mendengar semua erangan kesakitan dari bibirmu

perjalanan dengan ambulance yang cukup jauh

lebih dari 5 jam kau menahan rasa sakit itu

Ayah,,,,

Kadang aku bingung denganmu

bagaimana engkau bisa tetap tersenyum dan bercanda

meski dengan kondisi kepayahan

meski dengan keadaan yang kekurangan

i proud of you yah…

Ayah,,,,

mungkin kami adalah anak-anak yang beruntung

memiliki sosok sepertimu

yang selalu mengajarkan semangat hidup

life is beautiful…

Ayah,,,,

bagimu hujan bukanlah suatu halangan

dan sekarang bagiku hujan adalah teman

tak ada yang perlu ditakuti dengan hujan

hujan tidaklah menjadi penghambat aktifitas kita kan Yah?

bahkan mungkin tiap hari kau pulang dengan jas hujan masih melekat di badan

Ayah,,,,

mungkin tak akan cukup waktuku untuk menuliskan semuanya

tentang perjalanan hidup kita

tentang kenangan-kenangan yang selalu membekas

tentang indahnya hidup ini dalam keluarga kita

Ayah,,,,

sang waktu tak pernah menengok kita

Saat ini, 60 tahun sudah kau jalani kehidupan ini

perjalanan hidup yang sungguh tak mudah bagimu

Tapi sungguh kau menikmati setiap detiknya hingga saat ini *Alhamdulillah ya…

Ayah,,,,

waktu kita terlampau sedikit

jatah kita terus saja berkurang setiap detiknya

kami akan senantiasa berdoa untukmu dan untuk ibu

Semoga kami dapat menjadi anak yang sholeh

agar menjadi amalan yang tak putus bagimu dan ibu

Salam sayang dari Berlin

Anakmu paling Nakal.. hehehe

00.01 27.04.2010

 
5 Comments

Posted by on 26 April 2010 in Uncategorized

 

5 responses to “Dear Ayahku Tersayang….

  1. Ghofur

    27 April 2010 at 05:44

    ya, terlalu banyak kenangan yg gak mungkin terulang lagi…. hiks…sekedar nambahin aja ttg kecelakaan itu; justru waktu itu ibu gak mau ikut, hanya aku yg dsuruh "mampir" nganterin pakaian karena ayah ngasih kabarnya seakan2 tdk terlalu parah, tapi aku gak mau, pokoknya ibu harus ikut dan akhirnya kekawatiran itu benar2 terjadi, pertama kali melihat ayahku aja aku udah sangat kaget n kasihan, sendirian di ruang sempit dg kaki udah "diapit" kayu… ayah hanya bebrisik, "kakiku kayaknya patah, jangan bilang2 ibu"… (Ayah, ya Ibu pasti akan tahu lah pikirku)…sebenarnya emang berat ninggalin ayah dg kondisi seperti itu, tp justru dia sendiri yg memintaku utk tetap pergi…mungkin itu hanya sekelumit kilas balik…Met Ulang Tahun ya Ayahku tersayang, semoga ayah selau dalam lindunganNya, amien……

     
  2. Ayah

    27 April 2010 at 14:25

    Terima kasih… YA ALLAH, BERIKANLAH PADA ANAK CUCU HAMBA SUKSES DAN BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT… PERTEMUKANLAH HAMBA DAN ISTRI BESERTA ANAK2 DAN CUCU2 DI SURGAMU……… amien

     
  3. Kamal

    27 April 2010 at 14:26

    Amiiiin….Amiiiin….Amiiiin…. ya rabbal 'alamiin…

     
  4. kakak

    28 April 2010 at 05:13

    ..tentang kecelakaan itu,,byk hikmah yg telah qt dapatkan…t-utama buat k2…gr2 ayah g bs pergi2,,stay at home sambil baca2 buku..akhirnya beliau m-dptkn 1 pljaran…yaitu utk segera menikahkan k2…he3😉

     
  5. Kamal

    28 April 2010 at 08:14

    oiya??baru ngeh ada satu hikmah lagi yang baru terungkapkan… tapi emang terlihat kok ya sejak d rumah intensif banget memperhatikan hal itu..lha emang nek orak ngunu nikahmu sakjane seh suwe po kak?? hahaha… SYukurlah ya…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: