RSS

Bagian 2: Pendidikan Anak Dalam Islam

08 Aug

Sore ini rasanya sangat takjub ketika mengikuti pengajian di Masjid Al Falah, Berlin, ada suguhan menarik dari putra putri jamaah masjid. Pementasan drama yang cukup singkat namun sangat berarti bagi mereka tentang penyambutan bulan Ramadhan dan proses pelaksanaan puasa bagi mereka yang masih dalam tahap belajar.

Mungkin akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para orang tua mereka yang mana anak-anaknya dapat tampil dalam adegan drama tersebut. Aku tidak tahu asti berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk beradegan seperti itu karena lancarnya mereka dalam melakukannya dan tanpa canggung meski di hadapan jamaah yang tidak mereka kenal seluruhnya.

Pendidikan anak menjadi hal penting bagi orang tua karena merupakan kewajibannya untuk menjaga amanah dari Allah. Anak merupakan aset berharga bagi kedua orang tua, maka dari itu orang tua harus menjaga aset yang ada dengan sebaik-baiknya agar nantinya setelah besar mereka dapat mendoakan orang tua maisng-masing yang merupakan amal jariyah bagi keduanya.

Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim). Hadis di atas menjelaskan amal perbuatan seorang Muslim akan terputus ketika ia meninggal dunia, sehingga ia tidak bisa lagi mendapatkan pahala. Namun, ada tiga hal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shaleh.

Tentu kita selalu ingat dengan Lukman Al-Hakim, nama yang dijadikan salah satu nama Surat dalam Al Quran, Surat Luqman. Luqman Al-Hakim merupakan salah satu suri tauladan diantara para bapak yang sangat memperhatikan pendidikan anak. Baik pendidikan ruhiyah maupun jismiyah, mental maupun badan. Ia adalah orang tua yang sadar akan tugas yang diamanahkan kepadanya, yakni merawat dan memelihara serta mendidik anak-anaknya. Memberinya pelajaran, memberinya makan dari hasil yang halal, serta memberi pakaian dengan pakaian yang baik, pakaian ihsan dan taqwa.

Ada 5 pesan yang Luqman sampaikan kepada anaknya yang kesemuanya tertulis dalam Al Quran, yaitu:

  1. Tidak mempersekutukan Allah
    “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepada anaknya : “Hai anakku, janganlah kamu mensekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. (QS. Luqman : 13).
  2. Berbuat baik kepada kedua orang tua
    “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun”. (QS. Luqman : 14).Patuh kepada kedua orang tua merupakan keharusan, walaupun kedua orang tuanya berlainan agama, ia tetap dipatuhi perintahnya jika perintahnya tidak ma’siyat kepada Allah. Sebagaimana firman Allah : “Dan jika keduanya memaksamu untuk mensekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada perngetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauililah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Luqman : 15).
  3. Menanamkan pada diri anak akan kasih sayang Allah
    “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau langit atau dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui”. (QS. Luqman : 16).
  4. Mengenalkan anak akan kewajiban dia kepada Robnya
    “Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan besabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Luqman : 17).
  5. Mengajarkan sopan santun dan rendah hati
    “Dan jangalah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesunguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (QS. Luqman : 18-19)Orang tua yang mengajar anaknya akan ilmu akhirat, maka anak itupun akan mendapatkan juga ilmu dunia, berbeda kalau cuman dididik dengan ilmu dunia saja, maka anak tidak akan mungkin mendapat ilmu akhirat. Dikatakan dalam pepatah : “Siapa mencari akhirat maka dunia akan dia dapat, tapi siapa yang hanya mencari dunia maka akhirat tak akan dia dapat”.Hati seorang anak sangatlah lembut, dan sudah sepantasnyalah diperlakukan dengan kelembutan. Jika sekali kau lukai hatinya sudah barang tentu luka dihati dan perasaannya tidaklah mungkin untuk dapat diobati layaknya luka lecet pada kulitnya. Ada sebuah riwayat, seorang anak lelaki digendong oleh Nabi dan anak itu pipis, lantas ibunya langsung merebut anaknya itu dengan kasar. Nabi kemudian bersabda, “Hai, bajuku ini bisa dibersihkan oleh air, tetapi hati seorang anak siapa yang bisa membersihkan”.
 
Leave a comment

Posted by on 8 August 2010 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: