RSS

Bagian 4: Ramadhan, Syahrul ‘Adhim

09 Aug

Bulan Ramadhan merupakan bulan bagi umat islam untuk menunaikan salah satu rukun islam. Bulan Ramadhan memiliki banyak penamaan, semisal syahrul mubarok, syahrul adhim, syahrul maghfiroh dan lain sebagainya. Kesemuanya itu memberikan gambaran kepada kita betapa berharga dan agungnya bulan Ramadhan di bandingkan dengan bulan-bulan hijriyah lainnya.

Bulan Ramadhan dengan segala kelebihannya telah menyedot perhatian yang kuat bagi kebanyakan warga Indonesia. Ramadhan memberikan kesan tersendiri bagi kita. Di bulan ini banyak terjadi kebiasaan-kebiasaan baru yang hanya muncul setahun sekali. Banyak berceceran penjaja makanan di sepanjang jalanan ketika bedug magrib hendak ditabuh. Apakah mungkin suasana ini terjadi di bulan-bulan lainnya? Iya mungkin saja, tapi gegap gempitanya tidak ada yang bisa mengalahkan Ramadhan.

Semua orang berusaha menuai untung, dari untung materi hingga untung ukhrawi. Allah melipatgandakan semua amalan baik di bulan suci ini, dan Allah juga menebarkan rizkinya berlipat kepada hambaNya yang mau berusaha dengan baik. Perlombaan untuk menjadi yang paling utama telah dimulai, dan tidak hanya di Indonesia, tapi seantero dunia menyambut bulan Ramadhan dengan rasa gembira layaknya menunggu kedatangan sang jabang bayi dari rahim seorang ibu.

Para penyanyipun berlomba-lomba untuk menelurkan album-album terbaru bernuansa religi islami. Menjual lantunan bait-bait lagu untuk didendangkan bersamaan dengan santap sahur dipagi hari. Saluran televisi secara serempak menyuguhkan lelucon dengan artis-artis yang berusaha untuk menghibur masyarakat di waktu pagi. Tidak terkira berapa rupiah yang berputar di Indonesia selama Ramadhan berlangsung.

Kegegap gempitaan yang kita jumpai merupakan budaya pop yang dalam hitungan hari ketika akan berakhirnya Ramadhan langsung hilang bagaikan ditelan bumi. Berbagai kegiatan dan acara dari pengajian di surau-surau, masjid maupun di televisi secara drastis turun intensitasnya. Semua acara berganti dengan hidangan ketupat dan sayur opor yang sangat khas menjadi hidangan pembuka di pagi hari.

Di Bulan yang suci ini, semoga kita akan senantiasa dapat merecharge iman kita untuk lebih dekat kepada sang Khaliq. Melaksanakan ibadah dengan penuh keikhlasan yang berbalas dengan dilipatgandakannya pahala bagi kita. Marhaban ya Ramadhan, Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan.

 
Leave a comment

Posted by on 9 August 2010 in Uncategorized

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: