RSS

Bagian 6: APA KATA DUNIA? 65 TAHUN BANGSAKU

16 Aug

“APA KATA DUNIA?”, ungkapan yang cukup tenar ditelinga ketika film Naga Bonar Jadi 2 sedang diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Dedi Mizwar sebagai sutradara sedemikian rupa dapat memberikan tontonan yang menggambarkan tentang bangsa kita, bangsa yang terbelit benang hingga sulit untuk dapat bergerak lincah seperti bangsa-bangsa lainnya.

Benang ruwet. Itulah gambaran berbagai persoalan yang menimpa bangsa Indonesia. Dan mungkin hanya Dedy Cobuzer sajalah yang dapat melepaskan benang ruwet itu dengan kemampuan magicnya. Tapi tidak untuk benang ruwet bangsa ini.

Seiring bertambahnya umur, biasanya seseorang akan semakin dewasa dalam menyikapi segala permasalahan hidupnya. Mengambil pelajaran dari kekeliruan yang pernah dibuatnya untuk kemudian diperbaiki dimasa selanjutnya.

Tepat 17 Agustus 2010 esok hari, Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaa ke 65. Sudah lebih dari setengah abad ternyata umur bangsaku. Sayangnya di umur yang sudah cukup itu kelakuannya masih saja kenakak-kanakan. Tentu bukanlah salah Indonesia, karena Indonesia hanyalah sebuah nama dari negara yang dikelola oleh orang-orang pengabdi negara. Siapakah orang-orang abdi negara tersebut? Banyak. Dan semua membawa kepentingan pribadi ataupun golongannya sendiri-sendiri.

Negara yang besar adalah negara yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Demikian pernyataan yang sering dikumandangkan oleh orang-orang yang peduli terhadap keberlangsungan bangsa ini. Andaikan para pendiri bangsa ini yang telah dianugerahi gelar pahlawan masih bisa berdiri untuk mengikuti upacara bendera di Istana Merdeka, apa kira-kira yang akan mereka ungkapkan tentang masa depan bangsa ini yang semakin tidak mengarah kepada cita-cita ”membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.

Kehebatan bangsa kita adalah dapat menyelesaikan segala sesuatunya dengan sangat mudah, jalur politik merupakan pilihan tepat untuk memnangkan segalanya. Kesengsaraan rakyat akibat lumpur Lapiondo Brantas ditukar dengan deal-deal politik yang tidak menyentuh masyarakat kelas bawah namun malah menambah pundi-pundi kekayaan perusak dengan memberikan subsidi penggantian kerugian dari APBN kepada warga, dan semua adalah legal.

Keruwetan yang terjadi tentu tidak hanya berhenti di kubangan lumpur. Dari 230 juta warga negara saat ini, berapa persen yang dapat menikmati pendidikan dasar yang menjadi hak mereka? Pendidikan yang membuka cakrawala anak-anak bangsa untuk dapat memperbaiki kualitas bangsa ini sepertinya hanya diberikan kepada orang-orang tertentu yang mampu membayar lebih namun tidak untuk mereka yang untuk makan sehari-hari saja harus berpikir. Bagaimana mungkin untuk memikirkan pelajaran kalau makan saja harus berpikir. Mungkin sudah penat otak-otak masyarakat lemah untuk memikirkan lebih lanjut tentang biaya sekolah. Hidup mereka hanyalah untuk makan. Pendidikan sangat memprihatinkan dengan 11 juta anak buta huruf tidak pernah sekolah, 4.370.492 anak putus SD, dan 18.296.332 anak putus SMP.

Sementara wakil rakyat sibuk mengurus dirinya sendiri dengan usulan rumah aspirasi untuk 560 anggota DPR didanai APBN senilai Rp 200 juta per orang per tahun, sebelumnya dana aspirasi senilai Rp 15 miliar per orang per tahun, juga asuransi Rp 66 juta per orang per tahun, serta meminta gedung baru DPR senilai Rp 1,8 triliun. APA KATA DUNIA?

Dari 230 juta penduduk negeri ini, tentu ada sepersekian persennya yang masih menginginkan bangsa ini tetap berbendera Merah Putih, Berdasar Pancasila dan Berlambang Garuda. Indonesia adalah negara yang hebat, terletak di daerah tropis yang memiliki berbagai macam kekayaan dan merupakan negara terkaya di dunia. Sudah saatnya kita berbenah. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik untuk mengelola negara ini. Optimisme selalu ada jika kita selalu berusaha untuk bangkit “innallah la yughoyyiru ma biqoumin hatta yughoyyiru ma binafusihim”. MERDEKA!!!

 
Leave a comment

Posted by on 16 August 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: