RSS

Teropong Kehidupan

08 Nov

Sewaktu kanak-kanak saya seringkali memperhatikan rekan-rekan senior di kampung ketika hendak beranjak jam 7 pagi ramai lewat di depan rumahku anak-anak dengan seragam merah dan putih, seragam khas sekolah induk. Kebetulan rumahku hanya berjarak 2 rumah dari SD tempat dimana nantinya aku juga menuntut ilmu dasar.

Sepertinya ada ketakjuban tersendiri dalam diriku melihat mereka, para senior, belajar menulis dan berhitung. Pada usia yang masih belia, tentu diriku membatin bahwa pelajaran yang mereka terima pasti sangatlah sulit untuk dapat kumengerti nantinya, pantas saja aku ta’dzim dengan para siswa itu.

Akhirnya waktu untukku pun tiba guna merasakan sensasi belajar menulis dan berhitung. Tentu saja dengan sedikit ilmu yang kudapat dari Ibu di rumah, yang kebetulan juga seorang guru agama SD, aku sudah lebih unggul dari rekan-rekan seumuranku di kelas itu.

Dengan mudah aku melewati ujian yang diadakan tiap catur wulannya, dan memasuki jenjang-jenjang selanjutnya, pikirankupun selalu dihinggapi ketakutan akan beban yang akan kuhadapi ditingkat atas. Namun dugaanku keliru, semua sudah disusun sedemikian rupa sesuai kurikulum sehingga kami dapat mengikutinya setiap mata pelajaran dengan mudah.

Tak berbeda dengan proses pembelajaran dalam jenjang sekolah, kehidupan juga memberikan sensasi yang cukup menggairahkan. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi 1 detik selanjutnya dari kehidupan kita. Kita hanyalah menjalani apa yang ada di depan mata, meski terkadang kita merencanakan sesuatu hingga matang untuk masa yang akan datang, namun terkadang hal itupun luput dari  harapan, meski ada juga yang selaras dengan rencana yang ada.

Ketakutan yang ada hanyalah bias semata. Karena kita terlalu memikirkan sesuatu yang belum terjadi sehingga menjadikan kita terbebani dengan hal yang belum tentu terjadi.  Menjalani kehidupan, merasakan sensasi alam. Menerima segala resiko yang ada dengan khidmat menjadikan kita bisa memahami makna dari kehidupan itu sendiri.

Menentang rencana-rencana yang gagal, dan memaksakannya boleh jadi malah akan berakibat buruk bagi perjalanan hidup kita kedepannya. Semua tentu sudah diatur sedemikian rupa oleh sang Kuasa.  Manusia bolehlah berencana, namun janganlah pernah menyesali akan kegagalan dari rencana-rencana kita karena dibalik kegagalan tersebut tentu ada sesuatu yang tersembunyi yang akan terkuak pada saatnya.

 

 

 
Leave a comment

Posted by on 8 November 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: