RSS

Monthly Archives: January 2011

Membongkar Mafia di Indonesia

Dalam beberapa bulan ini kalangan publik dibuat terpukau oleh ulah seorang Gayus Tambunan hanya seorang pegawai negeri sipil biasa golongan IIIA di sebuah Kantor Pajak. Seorang pegawai pajak yang telah menjadi penasehat ahli urusan pajak untuk sekitar 149 Perusahaan wajib pajak, yang kemudian malah bertambah menjadi 151 wajib pajak.

Pat gulipat wacana tentang mafia hukum dan mafia pajak sangat kental mewarnai proses persidangan Gayus Tambunan ini. Advokat senior Adnan Buyung Nasution yang akrab dipanggil Bang Buyung yang menjadi pengacara Gayus bahkan terhentak kaget ketika mengetahui bahwasanya permasalahan gayus tidak hanya berhenti pada mafia hukum dan mafia pajak, tapi sudah merambah kepada permasalahan mafia paspor internasional.

Ternyata potret Gayus pada pertandingan Tenis Internasional di Bali bukan pelarian dia yang paling heboh dalam aksi dramanya. Lebih dari itu Gayus ternyata ketika berada di penjara juga pernah pelsiran ke Macau dan Singapura. Sungguh suatu keberhasilan yang sangat bagi seorang pegawai negeri sipil golongan IIIA.

Sebagai pengamat tentunya apa yang sedang terjadi dengan drama Gayus sesungguhnya merupakan perkara yang bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas. Namun di negeri yang menganut Demokrasi Pancasila tersebut, urusan hukum adalah urusan yang selalu bisa diintervensi dan diputarbalikkan. Bagaimana A bisa menjadi B dan B pun bisa berubah menjadi C.

Pengakuan Gayus tentang pelanggannya yang berjumlah 149 Perusahaan tentunya sudah dapat menjadi dasar untuk dilakukannya penyelidikan yang lebih mendalam. Penyidik sepertinya melambat-lambatkan diri untuk mengusut hal ini.Dari sinilah sudah dapat dipastikan bahwa mafia hukum dan mafia pajak berperan sangat kuat sehingga dapat mengarahkan alur cerita yang ada.

Dalam kasus ini pun media memainkan peran yang sangat besar. Entahlah apa yang ada dalam alur drama yang sesungguhnya sedang dibentuk oleh pemilik media maupun dewan redaksinya dalam memuat pemberitaan mengenai kasus Gayus ini. Tapi dari yang saya tangkap media lebih fokus dalam urusan yang bersifat Gayus pribadi dan meniadakan urusan dibelakang gayus dengan nasabah-nasabahnya.

Meski sudah diputus dengan pidana penjara 7 tahun dan denda sebesar 300 juta rupiah, namun seri drama tidak boleh berhenti sampai disini. Masih ada tugas besar dari pihak yang berwajib untuk sehgera membongkar mafia-mafia dibelakang Gayus yang hanya ikan teri ini.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 20 January 2011 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Transportasi Umum di Berlin

Kalau kita bicara tentang transportasi di jakarta, pastilah yang muncul dalam benak kita adalah kemacetan yang tidak pernaha terurai bahkan cenderung semakin mengurat bagaikan aular tanpa putus.

Sebagai orang awan dan bukan ahli dalam hal transportasi, tentunya hanya bisa membanding-bandingkan moda transportasi di Jakarta dengan kota laian yang pernah saya singgahi di Eropa.

Mungkin kompleksitas permasalahan sosial di Jakarta menjadi kendala utama bagi Pemerintah Daerah untuk menertibkan Jakarta. Urbanisasi yang sangat ketat menjadikan Jakarta kota yang tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Kebisingan dan polusi menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta. penduduk resmi Jakarta di malam hari sekitar 8 juta jiwa, namun di pagi hari bertambah menjadi 10 jt jiwa. Idealnya kota Jakarta baiknya dihuni 3-5 juta jiwa.

Berlin tempat  saya bermukim selama hampir dua tahun ini hanyalah kota kecil di Jerman. Mungkin hanya sebesar kota bekasi, namun jumlah penduduk di Berlin saat ini masih 3 jt jiwa dimana dapat dimaksimalkan menjadi 6 jt jiwa.

Dari sekian juta warganya tersebut, rata-rata penduduk Berlin dan Eropa pada umumnya menghuni bangunan-bangunan  apartemen yang sangat menghemat ruang dana tanah. Untuk satu bangunan apartemen yang bertingkat hingga 5 lantai dapat didiami oleh lebih dari 30 jiwa.

Efektifitas penggunaan lahan inilah yang kemudian menjadikan kota Berlin banyak memilki ruang-ruang terbuka yang dijadikan sebagai taman untuk bersantai.

Dari efektifitas penggunaan ruang inilah kemudian untuk melakukan peengaturan tata ruang kota menjadi sangat mudah.

Menurut saya Berlin adalah surga bagi backpacker untuk traveling. Moda transportasinya mengcover semua pojok-pojok kota hingga perumahanpun dapat ditemukan bis kota yang melayani jalur tersebut.

Kenyamanan transportasi yangt disediakan oleh Pemerintah sangat mengurangi dampak membludaknya penggunaan kendaraan pribadi. Jika seorang pengguna transportasi setiap bulannya harus membayar biaya bualanan sekitar € 70 dan bisa digunakan untuk segala jenis moda transportasi, dan €  2.30 untuk penggunaan transportasi selama 120 menit.

Jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi tentunya menggunakan transportasi umum lebih murah. Jika sekali berangkat ke suatu tempat seorang harus menghabiskan sekitar  4 liter bensin (1 liter= € 1,4), untuk parkir 1 jamnya € 1,5, maka bisa dihitung berapa yang harus dikeluarkan untuk penggunaan kendaraan pribadi.

Di dalam U Bahn (Unterground Bahn)Dari sinilah kemudian masyarakat akan berpikir ulang untuk menggunakan kendaraan pribadi jika hanya untuk bepergian sekitar kota Berlin saja. Namun biasanya kendaraan pribadi hanya digunakan untuk bepergian keluar kota.

 
Leave a comment

Posted by on 19 January 2011 in Uncategorized

 

MANDEG

meski sudah memilki PC dan monitor baru but i still have no idea to write s0mething in this screen.

terlihat begini bodoh tanpa ide. how come!!!

Republic of Gamers

 
Leave a comment

Posted by on 8 January 2011 in Uncategorized