RSS

Membongkar Mafia di Indonesia

20 Jan

Dalam beberapa bulan ini kalangan publik dibuat terpukau oleh ulah seorang Gayus Tambunan hanya seorang pegawai negeri sipil biasa golongan IIIA di sebuah Kantor Pajak. Seorang pegawai pajak yang telah menjadi penasehat ahli urusan pajak untuk sekitar 149 Perusahaan wajib pajak, yang kemudian malah bertambah menjadi 151 wajib pajak.

Pat gulipat wacana tentang mafia hukum dan mafia pajak sangat kental mewarnai proses persidangan Gayus Tambunan ini. Advokat senior Adnan Buyung Nasution yang akrab dipanggil Bang Buyung yang menjadi pengacara Gayus bahkan terhentak kaget ketika mengetahui bahwasanya permasalahan gayus tidak hanya berhenti pada mafia hukum dan mafia pajak, tapi sudah merambah kepada permasalahan mafia paspor internasional.

Ternyata potret Gayus pada pertandingan Tenis Internasional di Bali bukan pelarian dia yang paling heboh dalam aksi dramanya. Lebih dari itu Gayus ternyata ketika berada di penjara juga pernah pelsiran ke Macau dan Singapura. Sungguh suatu keberhasilan yang sangat bagi seorang pegawai negeri sipil golongan IIIA.

Sebagai pengamat tentunya apa yang sedang terjadi dengan drama Gayus sesungguhnya merupakan perkara yang bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas. Namun di negeri yang menganut Demokrasi Pancasila tersebut, urusan hukum adalah urusan yang selalu bisa diintervensi dan diputarbalikkan. Bagaimana A bisa menjadi B dan B pun bisa berubah menjadi C.

Pengakuan Gayus tentang pelanggannya yang berjumlah 149 Perusahaan tentunya sudah dapat menjadi dasar untuk dilakukannya penyelidikan yang lebih mendalam. Penyidik sepertinya melambat-lambatkan diri untuk mengusut hal ini.Dari sinilah sudah dapat dipastikan bahwa mafia hukum dan mafia pajak berperan sangat kuat sehingga dapat mengarahkan alur cerita yang ada.

Dalam kasus ini pun media memainkan peran yang sangat besar. Entahlah apa yang ada dalam alur drama yang sesungguhnya sedang dibentuk oleh pemilik media maupun dewan redaksinya dalam memuat pemberitaan mengenai kasus Gayus ini. Tapi dari yang saya tangkap media lebih fokus dalam urusan yang bersifat Gayus pribadi dan meniadakan urusan dibelakang gayus dengan nasabah-nasabahnya.

Meski sudah diputus dengan pidana penjara 7 tahun dan denda sebesar 300 juta rupiah, namun seri drama tidak boleh berhenti sampai disini. Masih ada tugas besar dari pihak yang berwajib untuk sehgera membongkar mafia-mafia dibelakang Gayus yang hanya ikan teri ini.

 
Leave a comment

Posted by on 20 January 2011 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: