RSS

Monthly Archives: March 2011

Sepedaku Belum Kelar

Hari ini kusempatkan pergi ke gudang sepeda, tempat di mana kebutuhan akan piranti sepeda ada dalam berbagai merek dan bentuk. letaknya cukup jauh, dari ujung ke ujung, namun itu tak menyurutkan niatku untuk memenuhi hasrat menyelesaikan rakitan sepesa downhillku.

Dari rumahku dengan menumpang kereta   ditempuh dalam waktu hampir 1 jam, itupun berpindah 2-3 kereta, terggantung kereta nomer berapa yang datang duluan. Gudang sepeda tersebut letaknya aada di kota kecil Pankow, dahulu adalah daeraah Berlin timur, hingga saat ini pun masih lengang kotanyaa, seakan-akan kita tidaklah berada di Ibu Kota Negara Jerman.

Ada dua benda yang masih harus kulengkapi, felg satu set depan dan belakang serta seatpost. Sebenarnya aku sudah punya satu set felg yang kubeli dari ebay, namun ternyata ukuran hub belakangnya 150 mm, terlalu besar, karena ternyata setelah aku pelajari tech sheet nya ukurannya hanya 135 mm. Sebenarnya bisa saja aku hanya mengganti hub nya, namun biaya untuk memasang kembali ruji cukuplah mahal sekitar €40 euro untuk biaya pekerjanya. Maka dari itu akhirnya aku putuskan untuk membeli satu set felg yang baru meski harus merogoh kocek, toh nantinya kalau ada uang lebih aku juga ingin merakit lagi jenis sepeda trakking, jadi felg yang salah bisa dipakai untuk calon sepeda yang baru.

Mungkin Nicolai UFO ST yang kupunya memang memiliki karakteristik ukuran yang berbeda dengan sepeda kebanyakan. Nicolai merupakan perusahaan sepeda yang membuat sepedanya masih sistem handmade. Menurut orang gudang sepeda, Nicolai memang sepeda yang cukup mahal dan kuat karena dirancang lebih kepada sepeda MTB, meski ada juga sepeda untuk trakking.

Ukuran seatpost menjadi kendala yang berati dalam merakit sepeda ini, karena sebagai new comer dalam perakitan sepeda aku mulai paham arti ukuran dan segala tetek bengek tentang sepeda, merek bagus dan merek biasa. Ukuran seatpost normal biasanya 27.2 mm, 30.9 mm atau 31.6 mm, namun ukuran yang aku punya sepertinya 29.8 mm. Penjaga gudang sepeda pun mengaku kesulitan jika harus menemukan ukuran seatpost 29.8 mm, akhirnya aku disarankan untuk memasang tambahan besi sebagai penyempil dalam seattubenya. Meski sudah begitu, tadi ketika kucoba untuk mengencangnya masih saja tetap tidak dapat dikencangkan alias masih longgar.

So, mungkin besok pagi aku harus ke gudang sepeda lagi untuk kesekian kalinya guna menukarkan barang yang salah beli dan kembali membawa barang lain yang semoga saja tidak akan kutukar lagi.

Melihat cuaca yang semakin memanas, tak kuasa diri ini untuk segera melaunch sepeda rakitan sendiri yang sangat istimewa ini.

 
Leave a comment

Posted by on 31 March 2011 in Uncategorized

 

Tags: , , , , ,

Menyalurkan Hoby

Hobi itu banyak macamnya, dan tentu saja semua orang memeliki hobi dengan berbagai alasan. Hoby merupakan art of life. seni kehidupan untuk menentramkan jiwa dan pikiran. Dengan tersalurkannya hoby sesorang tentu orang tersbut akan semakin rileks dan dapat menjalani kehidupannya dengan mudah dan sempurna.

Semisal seseorang yang memiliki hoby traveling. Bolehlah kalau travelingnya hanya antar kota-kota di Indonesia atau bahkan antar kota-kozta di Pulau Jawa saja jika memang dia tinggal di Pula Jawa, yang mungkin tidak membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk mewujudkannya. Namun berbeda jika kemudian kedapatan memliki group yang memiliki hoby traveling yang sama, tentu saja tidak hanya wilayah Indonesia yang akan dijamah, tapi pasti akan melebarkan sayap pesawat hingga ke negri orang.

Dari hoby traveling tentu akan bertambah lagi hoby tersebut menjadi cabang hoby lainnya yaitu fotografi. Mana mungkin seseorang yang traveling akan pergi begitu saja dengan ranselnya tanpa membawa serta alat yang mampu menghentikan waktu tersebut. Orang berjalan-jalan tentu membutuhkan dokumentasi yang nantinya suatu saat akan menjadi kenangan tersendiri yang dapat menjadi bahan cerita untuk anak cucunya.

Contoh lainnya, hoby adventure. Adventure banyak macamnya, tapi begitu seseorang menyukai adventure, sudah bisa ditebak dia akan menyukai semau macam-macam hoby yang terkait dengan adrenalin. Kalau orang sudah pernah menikmati gunung, biasanya kemudian akan turun ke bawah menjadi menikmati sungai, atau kemudian turun lagi menikmati laut.

Kebanyakan hoby-hoby tersebut membutuhkan dana segar yang tidak sedikit. Selain bukan kebutuhan pokok tentunya, jadi untuk melampiaskan hoby tersebut sudah barang tentu harus mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan baik, kalau tidak tentu akan jadi besar pasak dari pada tiang.

Sejauh ini hobyku sudah sedikit terpenuhi sesuai kemampuanku. Kamera canon 50D mungkin menjadi modal dasar untuk menyalurkan hoby-hoby lainnya. Sekarang tinggal nunggu sepeda rakitanku jadi dan dengan iklhas akan menjelajah semua hutan-hutan yang ada di Berlin ini. Menikmati suasana yang ketenangan di pinggir danau di musim panas sungguh tak dapat dibayangkan.

Nantinya sudah dapat dipastikan akan banyak keluar serial foto-foto terbaru tapi dalam edisi yang terbatas.

 

 
Leave a comment

Posted by on 18 March 2011 in Uncategorized

 

Editing Disertasi

Pekan yang melelahkan…

Tugas utama membantu eiditing disertasi ternyata tidaklah mudah. Halaman disertasi yang mencapai 480 halaman cukup melelahkan mata untuk kembali korek mengoreksi naskah tersebut. Mungkin semua huruf yang ada dalam naskah disertasi yang ada terlihat semuanya telah sempurna karena mata ini sudah terbiasa melihatnya dan membolak baliknya.

Ketelitian ternyata bukanlah diriku.

Tapi bagaimanapun juga tak pernah berhenti berusaha untuk selalu mereviewnya meski menurutku tetaplah sama. Tidak ada yang salah. Apalagi ketika berbicara tentang orisinalitas atau plagiatrian yang saat ini marak. Wah,,,, harus mengorek daftar footnote dengan baik. Melihat lagi halaman-halaman referensi footnote untuk di cocokkan.

Capek rasanya mataku. Mungkin sebaiknya setelah semua tetek bengek disertasi ini selesai untuk disidangkan terbuka, diriku harus segera membuat appointment ke dokter mata, sepertinya sudah agak bertambah lagi.

Setidaknya dengan membantu eiditing ini ilmuku tentang Hukum Perjanjian Internasional sedikit banyak bertambah. Pemahaman yang sewaktu kuliah hanya sekedarnya saja telah sedikit terbuka, meski mgkin juga tidak akan banyak digunakan dalam bekerja nantinya.

 
Leave a comment

Posted by on 18 March 2011 in Uncategorized

 

Masang Ban Sepeda

Fenomena tukang tambal ban menghantuiku beberapa hari yang lalu. Kalau mungkin aku berada di Indonesia tentu saja tidak ada ketakutan untuk menyelesaikan rakitan sepedaku secara berlebihan. namun merakit sepeda di Jerman membutuhkan mental yang cukup.

Mungkin bagi sebagian kita tukang tambal ban yang banyak kita temui dipinggir jalanan di negeri tercinta menganggap sebagai pekerjaan yang ala kadarnya. ketahuilah bahwasanya bagaimanapun pekerjaan seseorang tentunya patutlah kita hargai dan hormati.

ketar ketir untuk memasang ban dengan peleknya akhirnya dapat kutaklukkan setelah melihat di youtube bagimana tata cara seorang profesional memperagakan hal tersebut.

Ban Sepeda sebelum dipasang

 
Leave a comment

Posted by on 6 March 2011 in Uncategorized

 

Tags: , , , , ,