RSS

Kasus ‘Bodoh’ Hilangnya Sandal Jepit Briptun Ahmad Rusdi

04 Jan

Kepolisian Republik Indonesia, atau biasa kita menyebutnya polisi merupakan lembaga penegak hukum yang langsung berhadapan dengan masyarakat dan penjahat. Dalam Pasal 2 UU Nomor 2 Tahun  2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, “Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat”, Dalam Pasal 4 UU No.2 Tahun 2002 juga menegaskan “Kepolisian Negara RI bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib, dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia”.

Dalam menjalankan tugas sebagai hamba hukum polisi senantiasa menghormati hukum dan hak asasi manusia. Penyelenggaraan fungsi kepolisian merupakan pelaksanaan profesi artinya dalam menjalankan tugas seorang anggota Polri menggunakan kemampuan profesinya terutama keahlian di bidang teknis kepolisian. Oleh karena itu dalam menjalankan profesinya setiap insan kepolisian tunduk pada kode etik profesi sebagai landasan moral.

Tugas polisi disamping sebagai agen penegak hukum (law enforcement agency) dan juga sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (order maintenance officer). Polisi adalah ujung tombak dalam integrated criminal justice system. Di tangan polisilah terlebih dahulu mampu mengurai gelapnya kasus kejahatan.

Polisi dituntut mampu menyibak belantara kejahatan di masyarakat dan menemukan pelakunya. Polisi harus melakukan serangkaian tindakan untuk mencari dan menemukan bukti-bukti guna membuat terang suatu kejahatan dan menemukan pelakunya.

Kasus pencurian sendal seorang anak di Palu, Aaal, akhir-akhir ini sangata menyita perhatian publik. AAL terjerat kasus hukum ketika pada November 2010 dituduh seorang bintara polisi,  Briptun Ahmad Rusdi, telah mencuri sandal merek Eiger, miliknya. Kasusnya kemudian mulai disidangkan pada awal Desember 2011 ini.

Kasus Aal adalah kasus yang sangat sepele dan tidak pantas sebenarnya untuk kemudian mendunia dikarenakan seorang anggota Polri yang mungkin karena ‘merasa’ sebagai anggota Polri bisa dengan mudah untuk membawa kasus hukum sesorang yang dianggapnya melakukan kejahatan untuk di bawa ke meja hijau.

Pangkat Briptun yang dipegang oleh Ahmad Rusdi tergolong masih sangat ‘ecek-ecek’, dan biasanya orang yang ecek-ecek seperti itulah yang ingin menunjukkan kepada orang lain siapa dirinya, sehingga meminta penghormatan dan perghargaan. Atau mungkinkah ada sistem kejar setoran yang diterapkan di kepolisian Palu sehingga dengan alasan sandal hilang maka menyeret seorang anak kecil menjadi pesakitan?

 
Leave a comment

Posted by on 4 January 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: