RSS

Tiket Kereta Terakhir Untukku

30 Jun

Hari Jumat merupakan hari yang biasa menjadi kebiasaan adalah hari sanatai perkantoran di Jakarta, maklumlah banyak para pekerja yang berasal dari luar kota Jakarta dan bersiap untuk meninggalkan jakarta pada sore harinya.

Hari ini jadwalku hanya nongkrong di kantor klien yng sedang membutuhan jasa. Dan menunggu ini tidak sebentar namun sampai sore hingga kegundahan mulai menyelimuti benakku karena hingga pukul 15.00 tak kunjung juga ada kejelasan mengenai nasibku kapan pekerjaan ini akan selesai. Kucoba berkali kali menanyakan apakah semua sudah beres sehingga aku dapat meninggalkan kantor klien dan mengerjakan pekerjaan lain yang sudah kujadwalkan.

Akhirnya tepat pukul 16.00 barulah ada kejelasan terselesaikannya pekerjaan di kntor tersebut dan melanjutkan dengan pekerjaan lain yang belim terselesaikan.

Pada awalnya aku agak malas untuk ikut seta dalam pekerjaan selanjutnya, karena sudah masuk dalam tanggung jawab rekanku yang lain, namun karena ini merupakan puncaknya pekerjaan maka aku memutuskan untuk ikut serta dengan resiko aku harus melepaskan kesempatan untuk bisa pegi ke Jogja sore ini baik dengan bis, maupun kereta yang senyatanya tiket di loket sudah ludes.

Dan selesailah pekerjaan selanjutnya itu pukul 20.00, itu artinya kesempatan untuk mencari tiket kereta di calo pun sudah tidak ada harapan. Dan keputusan untuk mencoba mencari movil travelpun muncul dari rekanku ini,maka aku pun mulai browsing travel yang ke Jogja, dan tak satupun kudapatkan meski kemudian telah jua kutelpon 108 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Dan akhirnya pilihan jatuh ke Stasiun Senen, alasanya karena aku sering, melihat banyak mobil travel dan supir travel yang selalu menawarkan jasanya ketika aku biasa pulang ke Jogja dengan kereta Bogowonto ataupun senja bisnis. Sesampainya di Senen sekitar jam 20.30 dan parkiran di ssna telah sepi. Terlihat beberapa orang duduk duduk di ruko yang menjadi agent dari beberapa travel namun sepertinya merekapun kehabisan tiket travel sebagaimana dituturkan sang empunya yang juga kehabisan armadanya.

Lunglai ku berjalan…..

Tak ada pilihannlain mungkin kecuali naik pesawat yang kelewat mahal sekitar 1 juta, itupun berangkat spre dan akan sampai Jogja malam,artinya percum juga kuhabiskan uang untuk membeli tiket pesawat jika aku telah kehilangan sabtu siang dan sore di Jogja.

Hanya berharap pada semangat untuk dapat pergi ke Jogja, maka dengan kondisi fisik yang sedang batuk dan leher terasa pegal dan nyeri, mengadu peruntungan, maka kuminta rekanku membelokkan mobilnya di pelatatan Indomaret daerah Cikini yang kebetulan kami lewati.

Dengan sabar kutunggu antrian orang-orang yang sedang membayar di kasir, dan ketika waktuku tiba langsung kutanyakan mengemai masih adakah tiket kereta dari Gambir ke Jogja untuk tanggal 30 Juni 2012. Kalau ditilik dari sore tadi ketika ku telpon operator, dengan jelas operator 121 menerangkan bahwa tiket kereta dari Jakarta ke Jogja untuk kelas Executive dan Bisnis telah habis untuk Sabtu pagi, namun ada 2 sisa tiket kembalian untuk kereta Gadjah Wong yang harus dibeli secar langsung di Stasiun ataupun Indomaret.

Dan alangkah kagetnya ketika pertanyaan isengku di jawab oleh sang kasir “masih ada Pak, tinggal 1 kursi untuk kereta Argo Dwipangga”. Kaget rasanya, mendengar kata “ada Pak”. Maka tanpa berfikir lama segera kubayar tiket tersebut dan takclupa bamyak kuucapkan syukur kehadirat ilahi.

~live report from Argo Dwipangga mit meine Tabby~

 
Leave a comment

Posted by on 30 June 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: