RSS

Contoh Surat Gugatan Cerai

Jakarta, 13 Mei 2010

Kepada Yth.,
Ketua Pengadilan Agama Jakarta Barat
Jln. Flamboyan II No. 2
Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng
Jakarta Barat

Perihal: Gugatan Cerai

Dengan hormat

Yang bertanda tangan di bawah ini

Dewi Sartika, agama Islam, umur 37 tahun, pekerjaan swasta, bertempat tinggal di Jalan Meruya Selatan No. 43, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, dalam gugatan ini selanjutnya disebut PENGGUGAT;

PENGGUGAT dengan ini hendak mengajukan gugatan cerai terhadap:

Abdul Majid, agama Islam, umur 38 tahun, pekerjaan swasta, bertempat tinggal di Jalan Meruya Selatan No. 43, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, dalam gugatan ini selanjutnya disebut TERGUGAT

Adapun yang menjadi dasar-dasar diajukannya gugatan cerai ini adalah sebagai berikut:

  1. Bahwa, pada tanggal 18 Agustus 2003 PENGGUGAT dan TERGUGAT telah melangsungkan perkawinan yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat berdasarkan Akta Nikah No.: 212/161/2003 tanggal 18 Agustus 2003;
  2. Bahwa, pada awal masa perkawinan, PENGGUGAT dan TERGUGAT telah tinggal bersama dan hidup rukun, bahkan PENGGUGAT dan TERGUGAT telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Farid Abdul Syukur, lahir di Jakarta tanggal 14 Desember 2004 dengan Akta Kelahiran No_____tanggal_____;
  3. Bahwa, sejak kurang lebih 2 (dua) tahun terakhir, diantara PENGGUGAT dan TERGUGAT sering terjadi perselisihan dan pertengkaran, dan meskipun perselisihan dan pertengkaran tersebut sering berujung pada perdamaian, namun perselisihan dan pertengkaran tersebut tetap terulang secara terus-menerus;
  4. Bahwa, untuk mengatasi perselisihan dan pertengkaran tersebut, PENGGUGAT dan TERGUGAT telah melakukan berbagai upaya untuk menghindari terjadinya keretakan rumah tangga, antara lain dengan melakukan konsultasi perkawinan pada lembaga konsultan perkawinan, serta melibatkan pihak keluarga masing-masing PENGGUGAT dan TERGUGAT sebagai mediator, namun perselisihan yang terjadi diantara PENGGUGAT dan TERGUGAT terus saja berlangsung dan mengakibatkan keretakan rumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT;
  5. Bahwa, dengan terjadinya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus tersebut, maka lembaga perkawinan yang telah dibina selama kurang lebih 8 (delapan) tahun tersebut tidak lagi menjadi wadah untuk saling berbagai, saling menyayangi dan saling membantu satu sama lain, serta menanamkan budi pekerti terhadap anak dari PENGGUGAT dan TERGUGAT.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, PENGGUGAT dengan ini memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk memutuskan sebagai berikut:

  1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;
  2. Menyatakan putusnya perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT sebagaimana dimaksud dalam Akta Nikah No.: 212/161/2003 tanggal 18 Agustus 2003 yang tercatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat;
  3. Menyatakan hak asuh anak (hadhanah) berada di dalam kekuasaan PENGGUGAT;
  4. Menyatakan seluruh harta bersama dibagi 2 (dua) sama rata diantara PENGGUGAT dan TERGUGAT;
  5. Menghukum TERGUGAT untuk memberikan uang iddah kepada PENGGUGAT sebesar Rp. 6.000.000 (enam juta rupiah);
  6. Menghukum TERGUGAT untuk memberikan nafkah anak sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah) setiap bulan hingga anak dewasa;
  7. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara.

Apabila Majelis Hakim berkehendak lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Hormat PENGGUGAT,

 

Dewi Sartika

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: